Saturday, September 21, 2013

“Perbanyaklah Mengucapkan, "Ya dzal jalaali wal ikraam"

Bismillah..

Dalam sebuah hadis riwayat sahih, Rasulullah bersabda, "Perbanyaklah mengucapkan, 'Ya dzal jalaali wal ikraam'." Artinya, kita harus benar-benar mengamalkan hadist ini, memperbanyak mengucapkannya, dan senantiasa membacanya. Ucapan yang sama tapi memiliki nilai yang lebih besar adalah "Yaa hayyu yaa qayyuum.

Disebutkan, itu adalah nama Allah SWT yang teragung (Al-Ismul a'zham). Yang bila diseru dengan nama ini, maka Allah akan mengabulkannya, dan bila dimohon maka Dia akan memberi. Itu artinya bahwa hamba-hamba-Nya harus menyeruh, memohon pertolongan dan membiasakan diri mengucapkannya. Agar dapat melihat jalan keluar, kemenangan dan kebahagian.

Allah Ta'ala berfirman:

"(Ingatlah) ketika kamu memohon pertolongan kepada Rabb-mu, lalu diperkenakan-Nya bagimu." (QS. Al-Anfaal: 9)

Dalam hidup seorang muslim hanya ada tiga hari, yang seakan ketiga hari ini adalah hari raya baginya;

1. Hari ketika ia menunaikan perintah-perintah Allah SWT secara berjamaah dan ketika ia tidak melakukan kemaksiatan.

Allah Ta'ala berfirman:

"Wahai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeruh kepadamu." (QS. Al-Anfaal: 23)

2. Hari ketika ia bertaubat dari segala dosa, ketika melepaskan diri dari tindakan-tindakan durhaka dan ketika kembali kepada Rabbnya.

Allah Ta'ala berfirman:

"Kemudian Allah menerima taubat mereka agar mereka tetap dalam taubatnya." (At-Taubah: 118)

3. Hari ketika dia menemui Rabbnya dengan akhir perjalanan yang baik dan amal salih yang diterima.

Allah Ta'ala berfiran:

"Barangsiapa ingin dan senang untuk berjumpa dengan Allah, maka Allah akan sangat senang berjumpa dengannya." (Al-Hadist)

Beberapa sahabat dalam catatan sejarah, dalam kisah hidup mereka, ditemukan lima hak yang membedakan mereka dari orang lain;

1. Pola hidup sederhana dan tidak memaksakan diri. Mereka mengjadapi segala permasalahan hidup dengan sewajarnya, tidak terlalu berlebihan dan tidak terlalu terbenani.

Allah Ta'ala firman:

"Dan, Kami akan memberi kamu taufik kepada jalan yang mudah." (Al-A'laa: 8 )

2. Ilmu mereka luas, enuh berkah dan praktis (tidak berbelit-belit)

Allah Ta'ala berfirman:

"Sesungguhnya orang yang takut kepada Allah di antaranya hamba-hamba-Nya hanyalah ulama." (QS. Faathir: 28)

3. Bagi mereka, amalan hati jauh lebih berat daripada ibadah fisik. Dihati mereka ada keikhlasan, inabah, tawakkal, kecintaan yang mendalam kepada Allah, serta raghbah (keinginan dekat dengan Allah yang memuncak), Hati mereka juga selalu diliputi rahbah (rasa khawatir amal-amal yang dia lakukan tidak berkenan di sisi Allah), khasyyah (perasaan takut jika siksa Allah menimpanya).

Namun demikian ibadah mereka yang berupa kesunahan shalat dan puasa.

Allah Ta'ala berfirman:

"Maka Allah mengetahui apa yang ada di dalam hati mereka." (Al-Fath: 18)

4. Mereka sengaja mengurang kenikmatan dunia. Menjaga jarak serta menjauhkan diri dari godaan dan kemewahan duniawi. Semua ini membuat mereka berada dalam ketenangan, thuma'ninah dan sakinah.

Allah Ta'ala berfirman:

"Dan barangsiapa menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha kearah itu dengan sesungguh-sungguhnya dan dia beriman maka mereka itu adalah orang-orang yang usahanya dibalas dengan baik." (Al-Israa: 19)

5. Mereka menempatkan jihad sebagai amalan di atas amalan yabg lain. Sampai-sampai jihad menjadi tanda, karakter dan motto mereka. Dengan jihad mereka mampu menghilangkan semua kegundahan, keresahan dan kesedihan. Sebab, di dalamnya ada dzikir, amal, pengorbanan dan gerak tubuh.

Seorang mujahid di jalan Allah adalah orang yang paling bahagia, paling lapang dadanya dan paling bersih jiwanya.

Allah Ta'ala berfirman:

"Dan, orang-orang yang berjihad untuk (mencari kerdhaan), Kami benar-benar kami akan tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami." (Al-Ankabuut: 69)

Dalam Al-Qur'an ada beragam hakekat dan sunnatullah yang tidak akan pernah hilang dan takkan pernah berubah. Berikut beberapa yang berhubungan dengan kebahagian hamba dan ketenangan hatinya di antaranya:

Bahwa barangsiapa menolong agama Allah, maka Allah akan menolongnya.

Allah Ta'ala berfirman:

"Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah niscaya Dia akan menolongmu dan mengukuhkan kedudukanmu." (Muhammad: 7)

Siapa yang meminta kepada-Nya. Maka Allah akan memberi.

Allah Ta'ala berfirman:

"Dan Rabb-mu berfirman: "Berdoalah kamu kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu." (Al-Mu'min: 60)

Siapa yang memohon ampunan pada-Nya, maka Dia akan memberikan ampunan atasnya.

Allah Ta'ala berfirman:

"Karena itu ampunilah aku. Maka Allah mengampuninya." (Ak-Qashash: 16)

Barangsiapa bertawakkal kepada Allah, maka akan memberikan kecukupan kepadanya.

Allah Ta'ala berfirman:

"Barangsiapa bertawakkal kepada-Ku niscaya Allah akan mencukupi (keperluan)nya." (QS. Ath-Thalaaq: 3)

Setiap amalan-amalan yang kita perbuat di dunia ini, Allah SWT akan memberikan sebuah janji dan membalas kebaikan orang-orang yang beriman dengan kebahagian di akhirat nantinya. Insyaa Allah..

Wallahu A'lam Bish-showab.
Sent from BlackBerry® on 3

No comments: